
Data Tersebar
Informasi pelanggan, produk, stok dan transaksi tidak berada dalam satu workflow terstruktur.
Membangun UMKM yang lebih digital, terotomasi, terukur, dan siap mengadopsi AI — melalui program yang menghasilkan sistem nyata, bukan hanya sertifikat.
Transformasi digital UMKM tidak cukup hanya dengan media sosial, marketplace atau website. UMKM membutuhkan kemampuan untuk mengelola data, pelanggan, operasi, keuangan, automation dan Artificial Intelligence sebagai bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari.
AINNA mengusulkan program kolaborasi strategis bersama KADIN Dumai dengan pendekatan Learn → Build → Integrate → Own → Grow. Peserta dibimbing membangun aset dan sistem yang langsung dapat digunakan dalam bisnis masing-masing.
Banyak UMKM sudah “go digital”, tetapi operasional internalnya masih terfragmentasi dan manual.

Informasi pelanggan, produk, stok dan transaksi tidak berada dalam satu workflow terstruktur.

Pemilik sulit melihat performance, profitability dan aktivitas operasional secara cepat.

Reporting, customer enquiry, dokumentasi dan task masih membutuhkan terlalu banyak pekerjaan manual.

AI masih digunakan sebagai tools terpisah, bukan intelligence layer yang terhubung ke sistem bisnis.
Setiap fase dirancang untuk membawa peserta dari fondasi digital sampai sistem bisnis, automation dan Agentic AI.

Website bisnis, company profile, katalog produk, domain, hosting dan basic database.
Product management, customer database, ordering, stok dan dashboard operasional.
Audit visibility, security, data, customer journey dan peluang automation.
AI-assisted operation, reporting, document processing dan workflow automation.
Presentasi sistem, hasil implementasi, AI use case dan 90-day roadmap.

AINNA memposisikan Agentic AI sebagai digital assistant yang terhubung dengan data dan workflow bisnis — bukan chatbot yang berdiri sendiri.

Menjawab pertanyaan berdasarkan data produk dan informasi bisnis.
Membaca, merangkum dan mengekstrak informasi dari dokumen.
Mengubah data operasi menjadi ringkasan untuk management.
Membantu memantau pekerjaan, status dan exception.
Menghubungkan data operasional dengan insight yang dapat ditindaklanjuti.

Tujuannya bukan menggantikan accountant, tetapi membantu pemilik usaha memahami revenue, expenses, cash flow, profitability dan performance dengan lebih cepat.
Setelah pilot, KADIN dapat mengembangkan satu lapisan digital terpadu untuk anggota, program, marketplace, media dan intelligence.

Member database, business directory, programme management, event dan document repository.

Profil, produk, kategori, supplier discovery, enquiry dan lead generation.

AI Draft → Human Verification → Publish untuk berita, produk, event dan social media.

Member enquiries, programme info, document retrieval, reporting dan monitoring.
Marketplace dapat dimulai sebagai Digital Business Directory + Product Discovery Platform sebelum berkembang kepada B2B sourcing dan procurement matching.


Ekosistem dapat dikembangkan bersama universitas melalui internship, AI research, student projects, technology transfer, entrepreneurship programme dan studi kasus UMKM.
Pilot pertama dirancang untuk menghasilkan evidence, case study dan adoption data sebelum scale-up.

Monitoring dilakukan pada Day 0 → Day 30 → Day 60 → Day 90.


Business matching, product sourcing, cross-border marketplace, technology transfer, internship, AI research dan market access.

Anggaran dipaparkan dalam MYR dan dibundarkan; nilai akhir tertakluk kepada skop, infrastruktur, modul dan keperluan implementasi. Module 2 hingga 4 akan ditetapkan kemudian.
Basic Package
Special SME traction programme by AINNA.
Limited starter website offer. AI usage, hosting, maintenance and custom integrations depend on the confirmed scope.
View SME Offer →